Pages

RSS

Selamat Datang ke Blog Saya
Harap anda 'pening' membacanya.

Showing posts with label MOTIVATE. Show all posts
Showing posts with label MOTIVATE. Show all posts

Tuesday, December 7, 2010

REFRESH YOUR SOUL

PETIKAN KISAH-KISAH MOTIVASI ~ Widiastuti Risad

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) mengadakan “permainan”.
Ibu Guru menyuruh tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik transparan 1 buah dan kentang.
Masing-masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa … tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.
Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang diberi nama sesuai nama orang yang dibenci.
Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap.
Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.
Ibu Guru : “Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?”
Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke manapun mereka pergi.
Guru pun menjelaskan apa arti dari “permainan” yang mereka lakukan.Ibu Guru : “Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Ketika kita membawa kentang busuk itu kemanapun kita pergi… pasti rasanya gak akan enak….hidup bukan ngeflow kaya sungai dari hulu ke hilir…. tapi hidup adalah pilihan dan keputusan..mengampuni adalah keputusan hari ini… so semakin lama ditunda.. semakin menderita dirimu karena membawa kebencian itu kemana pun kamu pergi….

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sahabat..indahnya ketika kita meringankan hati memaafkan orang yang pernah menyakiti..toh kita tak mendapatkan keuntungan apa-apa dari kebencian yang hanya merusak tatanan hati..justru sebaliknya kemuliaan kan menjadi pendamping setia insyaAllah..seperti sabda Rasulullah “Tiada berkurang harta karena sedekah dan tiada Allah menambah seseorang karena (mau) memaafkan kecuali kemuliaan, dan tidak ada seorang hamba pun yang tawadhu’ (merendahkan diri) karena Allah kecuali Allah akan mengangkatnya”. Mari bebaskan diri dari borgol kebencian dan dendam dengan kunci maaf dan rendah hati.

Resah jiwa biarlah pergi..risau diri jangan turuti..Damai hati kini jalani..Sambut hari penuh energi..

Sunday, December 5, 2010

MAKNA SAHABAT

PETIKAN DARI KISAH-KISAH MOTIVASI ~ ABU ZIYAN


Sahabat Kisah-kisah Motivasi,
Sulitnya mencari seorang sahabat itu bisa digambarkan ketika kita berusaha memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Ada saja halangan atau kendala saat kita berusaha memasukkan benang dalam jarum, ada angin, mata kita yang kurang fokus, tempat yang kurang terang dan lain-lain.

Namun setelah kita berhasil melawan kendala yang ada, akhirnya benang bisa masuk ke dalam jarum, itulah saat-saat yang menggambarkan bahwa kita telah berhasil mendapatkan seorang sahabat. Setelah jarum dan benang telah bersatu, tibalah saatnya kita merajut..dalam hal ini kita sebagai jarum dan sahabat kita sebagai benang, bersama-sama merajut peristiwa-peristiwa manis dan indah sehingga menjadi rajutan indah berupa kenangan terindah di hidup kita….

Itulah Sahabat, seseorang yang kita peroleh dari pengorbanan dalam kehidupan kita. Yang awalnya pahit namun berakhir manis

Tuesday, September 21, 2010

ANAK KERANG

KISAH-KISAH MOTIVASI ~ ABDUL HAKIM

Di dasar lautan daerah Sorong Papua barat, hiduplah sekeluarga kerang, mereka sangat berbahagia. Kedua orang tua kerang tsb sangat menyayangi anak nya demikian juga dengan sang anak,selain menyayangi orang tuanya mereka juga sangat menghormatinya. Setiap hari mereka saling mengisi dan melengkapi kehidupan mereka. Sang anak setiap hari bermain riang gembira tak terkira. Perlahan tapi pasti seiring berjalannya waktu sang anak kerang mulai beranjak dewasa. Tempat bermain mereka yang tadinya hanya disekitar rumah mereka mulai bergeser agak menjauh dari rumah. Orang tua kerang yang tadinya selalu bisa mengawasi anak-anaknya bermain mulai kerepotan ketika harus mencari mereka utuk ajak makan bersama.

Pada suatu hari ketika sang anak kerang asik bermain main tiba-tiba saja ada sebutir pasir laut yang menyeruak masuk kedalam tubuhnya. Bukan alang kagetnya anak kerang tersebut, dia berusaha untuk menghilangkan butiran pasir tersebut tetapi tak kuasa, semakin dia goyang-goyangkan badannya semakin pula butiran pasir tersebut masuk dan menusuk tubuhnya, semakin masuk ketubuhnya maka akan menjadi semakin sakit. Makin lama anak kerang itu jadi panik lalu menangis dan pulang kerumahnya. Melihat anaknya pulang dan menangis tentu sang ibu kerang kaget bukan main. Dengan penuh kasih sang ibu bertanya kpd anaknya :

“Kenapa nak kok kamu menangis begitu….?”
Dengan terbata dan menahan rasa sakit anak kerang itu menjawab..”Sakit ma…sakit sekali..” Sang ibu bertanya kembali “iya sakitnya kena apa.?”…lalu si anak menjawab “ini ada pasir masuk ke tubuh ku ..ma…sakitnya luar biasa…tolong ma….rengek nya….”…Dengan lirih sang ibu menjawab…”duh nak kasihan kamu, mama juga tidak bisa membantu kamu mengambil pasir itu….sabar ya….nak..perlahan air mata sang ibu menetes..”…”tapi sakit sekali ma” kata sang anak…”tahan ya nak..sabar, ikhlas dan pasrahlah…pasti ada ada hikmah dibalik semuanya”..kata sang mama …

Hari itu berlalu kesakitan dan kepedihan si anak kerang semakin menjadi, dia merintih mengaduh menahan rasa sakit yang luar biasa setiap hari. Keluhan demi keluhan selalu diungkapkan kepada mamanya yang dengan penuh rasa sayang terus membesarkan hatinya supaya tetap tegar.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun, hingga bertahun-tahun si anak kerang merasakan sakit, menahan sekuat tenaga, rasa sakit tidak pernah berkurang namun ada yang berbeda yaitu keluhan si anak makin lama semakin tidak terdengar lagi oleh sang mama. Hingga bertahun-tahun bahkan sampai hitungan kesepuluh. Dan pada suatu hari si anak kerang heran ketika dirinya melihat sesuatu yang indah dalam tubuhnya, sesuatu yang berasal dari kesakitan dan penderitaan selama bertahun tahun, sesuatu yang dicari-cari manusia…MUTIARA ya…MUTIARA….si anak berteriak “ma lihat ada benda indah ditubuhku..” lalu si ibu melihat kepada anak nya ….Maha besar ALLAH…Maha Suci ALLAH…..terimakasih YA ALLAH telah KAU Tunjukkan semuanya”….puji sang ibu kepada Sang Pencipta Hidup..”iya nak itu namanya Mutiara “ sang ibu menjelaskan kepada si anak….”

Oh……begitu ya ma…” sahut si anak….”iya nak itulah hasil dari ketabahan,ketulusan serta keikhlasan kamu menerima apa yang diberikan Sang Maha Pencipta”….kamu akan menjadi kerang yang istimewa daripada kerang yang lain, yang hanya bisa dijadikan santapan kerang rebus oleh manusia….si anak kerang pun mengangguk tanda mengerti..

Dari cerita tentang anak kerang tersebut bisa kita ambil makna yang lebih dalam bahwa ALLAH selalu Mencipta hikmah untuk kita, DIA selalu memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Ketabahan dan keikhlasan menerima HIKMAHNYA adalah kunci utama dari MUTIARA kehidupan.

Tuesday, May 25, 2010

KISAH KATAK TULI

KISAH-KISAH MOTIVASI ~ ABDUL HAKIM

~~ Kisah ini mungkin seringkali, sahabat dengar... Namun kisah ini sangat dibutuhkan oleh salahsatu sahabat kita di grup 'Kisah-kisah Motivasi'. Tidak ada salahnya untuk mengirim kisah ini ke semuanya. Semoga bermanfaat...!


Cerita tentang katak kecil....

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,… yang menggelar lomba lari.Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi .

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta…

Perlombaan dimulai…
Secara jujur, tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara:
“Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak.”
atau:
“Tidak ada kesempatan untuk berhasil…Menaranya terlalu tinggi…!!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu…

… Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi…dan semakin tinggi..
Penonton terus bersorak

“Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!” Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah……Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi…Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?
Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata…
Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

Kata bijak dari kisah ini adalah:………
Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis…
Karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!.Karena itu:

Tetaplah selalu….POSITIVE!

Dan yang terpenting:
Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!

Selalu berpikirlah:I CAN DO THIS!

Teman yang baik adalah teman yang bisa saling mendukung satu sama lain. (kataktuli.blogspot.com)

Monday, May 3, 2010

IKAN DI LAUT

KISAH-KISAH MOTIVASI ~ SYAHEERA MY


Mengapa ikan di laut?
Mengapa tidak burung yang bisa terbang tinggi di langit biru? Atau harimau yang terkenal dengan keberaniannya memburu mangsa? Atau kuda yang kencang berlari merempuh semua halangan di hadapan?
Mengapa ikan?

Ikan di laut, berenang penuh keyakinan mengeksplorasi laut dalam, berenang dengan penuh hati-hati menjelajahi laut dalam yang misteri. Sudah berapa banyak jenis khazanah yang dijejakinya. Sudah banyak batu karang dicermatinya. Sudah berapa kedalaman laut sudah diharunginya.

Masin laut sudah tegal biasa. Bahkan itulah yang dihirupnya, itulah tempat ia beristirehat, tempat ia tidur, tempat ia makan, tempat ia bernafas, tempat ia berinteraksi dengan dunia. Itulah tempatnya.

Masin laut, tidak pernah sesekali mempengaruhi hidupnya. Tidak pernah mengganggu konsentrasi mindanya, tidak pernah mencalar ketenangan jiwanya. Inilah rumahnya, inilah jalan kembaranya. Terus dihadapi dengan ceria dan penuh sukses.

Tidak sesekali ia mengeluh kerana terpaksa menghirup masinnya air laut. Tidak pernah merasa putus asa dengan apa yang di hadapannya. Pandangannya jelas, misinya jitu. Selalu hidup beramal jama'i. Berenang sekumpulan mencari rezeki yang terbentang dan tersembunyi.

Bagi kita manusia, ikan di laut sebagai perhiasan yang mencantikkan dan berkontribusi dalam keindahan laut. Beraneka macam ikan di laut. Ada yang bulat, ada yang leper, ada yang tajam dan ada yang panjang.

Namun, ia tidak pernah sesekali terlarut akan masinnya air laut. Bahkan masih bisa berkontribusi. Buktinya, kita terpaksa menambah garam untuk memasinkan ikan yang hendak digoreng. Betul?

Begitulah kita seharusnya. Walau kita berada di persekitaran yang tidak membina atau bukan dalam persekitaran yang solehah atau baik, jangan sesekali terlarut. Jangan sesekali menjadikan persekitaran sebagai alasan jika ada yang mengatakan "Kenapa anda sekarang sudah berubah?".

Tidak mengapa kalau berubah kepada yang lebih baik. Atau terpengaruh dengan persekitaran yang baik dan positif. Namun jika sebaliknya, awas! Anda tidak mengambil ibrah dari kejadian alam seperti ikan di laut. Banyakkan bertafakur, lihatlah hikmah yang terbentang luas di bumi Allah ini. Dan tidaklah dijadikanNya sesuatu itu sia-sia.

Jadilah 'agent of change' alias agen perubah. Yang merubah bukan diubah. Besar bezanya itu. Kerana saya, anda, kita, adalah khalifah, pemimpin yang seharusnya memimpin bukan terpimpin walau di mana sahaja kita berada.

Awas! Jauhkan diri dari sifat si lalang. Rumput yang condong ke kanan jika anginnya datang dari arah kiri dan condong ke kiri andai anginnya datang dari kanan. Berpeganglah pada prinsip Islam. Tiada toleransi dalam hal-hal prinsip, syar'i dan hal-hal ketaatan. Kitalah yang bisa mengubah persekitaran, dengan keyakinan, hati-hati dan kebijakan penuh hikmah.

Semoga terus sukses menjadi manusia wajib yang dirinya ibarat ikan di laut, hidup di air masin namun isinya tetap tidak terkesan dan termasin akan air laut itu. Semoga energi sukses sentiasa menjadi milik kita. InsyaAllah!




Tuesday, April 27, 2010

LELAKI PENDEK, HITAM DAN LEBIH JELEK DARI UNTANYA

Kisah-kisah Motivasi ~ Suci Ummi Adam

Di Baqi’ yang hening, kampung kecil di pinggiran Madinah, Rasulullah seperti biasa menyampaikan nasehat-nasehatnya. “Siapa yang ada pada hari ini mengeluarkan shadaqah, maka aku akan memberikan kesaksian baginya di sisi Allah pada hari kiamat,” begitu Rasulullah mengabarkan berita gembira.

Tak lama, datang seorang penduduk. Orang itu begitu hitam kulit mukanya, paling pendek di antara penduduk yang lain. Bahkan lelaki itu selama ini dianggap paling hina diantara mereka. Lelaki itu datang membawa seekor unta yang sangat bagus. Tidak ada seekor unta pun yang lebih bagus dari unta miliknya.

“Apakah unta ini untuk shadaqah?” tanya Rasulullah
“Benar wahai Rasulullah,” jawab lelaki itu.

Tiba-tiba ada orang yang berkomentar mengejeknya. “Dia menshdaqahkan untanya? Padahal unta itu lebih bagus dari dirinya?”
Mendengar perkataan itu, Rasulullah tidak senang dan berkata “Kamu sangat keliru, itu tidak benar. Bahkan orang ini lebih baik dari dirimu dan dari untanya. Engkau keliru.”
Rasulullah bahkan mengulang perkataan itu tiga kali. Lalu menambahkan “Beruntunglah orang yang zuhud, dan juga berusaha, beruntunglah orang yang zuhud dan juga berusaha.”

Begitulah, lelaki hitam dan pendek penduduk Baqi’ itu, adalah fragmen tentang orang baik yang dilecehkan. Ia bukan saja tidak terkenal, bahkan ia dianggap paling hina di antara sesama warga kampung itu. Wajahnya hitam, tubuhnya pendek. Untanya lebih “ganteng” dari dirinya.

Pola pikir “Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya” seperti itu, sesungguhnya hari-hari ini begitu mewabah. Kita hidup di tengah masyarakat yang hanya melihat harga orang lain dari tampilan luarnya. Maka disini berlaku hukum ketenaran, keterkenalan, kemasyhuran. sesuatu yang sangat mudah direka-reka oleh industri media yang menggurita. Raksasa media hanya punya satu bahasa : bila kamu tidak terkenal, maka kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanyalah lelaki pendek, hitam, yang lebih jelek dari untanya.
Industri media semakin mengokohkan bahwa menjadi terkenal saat ini tidak harus karena kebaikan. Ia bisa membuat yang buruk tampil terkesan baik, alami, manusiawi dan bagian dari hak asasi. Sebaliknya, ia bisa pula menaplilkan orang-orang baik dalam format yang kumal, lusuh dan tak punya gairah hidup.

Semua itu telah memaksa orang dengan perlahan namun sangat massif, untuk merekam di bawah alam sadarnya, bahwa orang-orang besar ialah mereka yang berulang-ulang muncul di televisi, tampil di panggung, meyeruak di atas pentas. Maka segalanya menjadi sumpek dan sangat terbatas. Padahal, ada berjuta orang baik yang tak kita kenal. Ada berjuta orang baik yang tak pernah dikenal. Ada berjuta orang baik yang seumur hidupnya hingga akhir hayatnya, tak pernah sedetikpun muncul di televisi.

Memahami prinsip ini sangat penting. Tidak semata soal etika menghormati sesama. Lebih dari itu, sikap ini, kali pertama kepentingannya adalah untuk kita sendiri. IALAH AGAR KITA TIDAK PERNAH SEDETIKPUN MERASA LEBIH BAIK DARI PADA ORANG LAIN, DALAM HAL APA SAJA. AGAR KITA TIDAK MENGUKUR KEBAIKAN DENGAN KACAMATA DIRI SENDIRI. SELALU MEMANDANG BAHWA ORANG LAIN TIDAK SEBAIK DIRINYA. SUNGGUH, ITU ADALAH KESALAHAN BESAR.

Dunia yang luas ini, semestinya memberi kita tuang kesadaran, bahwa ada begitu banyak orang yang tidak kita kenal. Terlebih orang-orang baik di antara mereka. Berapakah saudara kita? Yang dengan mudah kita eja nama-namanya? Berapakah sahabat, kenalan, teman, dan karib kerabat kita? Yang dengan ringan bisa kita sebut namanya? Seratus? Duaratus? Seribu? Kawan bermain dimasa sekolah saja kita sudah lupa.

Seperti perlombaan di awan yang gelap, seperti itulah hidup kita. Kita semua berlari, mengejar apa yang layak kita persembahkan untuk kehidupan akhirat kelak. Baik buruk, ke surga atau ke neraka. Begitupun orang lain. Dalam lari yang penjang di medan amal itu, kita tidak pernah tahu, sejauh mana orang lain yang berjuta-juta jumlahnya di dunia ini, telah sampai pada kadar kebaikannya.

Di hari-hari yang penuh fitnah ini, kita harus yakin, ada begitu banyak orang yang tak pernah kita kenal, tapi mereka jauh lebih baik dari kita. Kesadaran ini, akan memacu dua hal sekaligus ; kita akan terus berbenah, menata diri, dan meningkatkan kebaikan. Kedua, bahwa KITA TIDAK BOLEH MERASA CUKUP, MERASA LEBIH BAIK, sebab, hanya di akherat kelak kita akan tahu.

Ada banyak orang baik yang memilih tidak dikenal. Mereka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah. Ada berjuta orang-orang yang memilih jalan itu. Ya, ternyata, ada berjuta orang baik yang tak kita kenal.


AHMAD ZAIROFI AM



Thursday, April 22, 2010

PENJARA PIKIRAN

Kisah-kisah motivasi ~ Suci Ummi Adam





Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya,

“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,

“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sahabat,

sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar.

Sahabat,

pada dasarnya, kehidupan kita akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita

just be your self……

jadilah dirimu sendiri, pepatahpun mengatakan. “biarkan anjing menggonggong tapi kafilah tetap berlalu”.

Sahabat,

Allah menciptakan kita untuk menang, bukan untuk kalah atau dikalahkan.

Kita adalah pemenang setelah melalui proses perjungan yang melelahkan,jadi sudah selayaknya kita selalu jadi pemenang. Kita layak dibanggakan…!!

Kita layak sukses…!!

Kita adalah pahlawan dari kehidupan kita sendiri,,,
jadi apapun yang terjadi, jadilah dirimu sendiri….





Tuesday, April 20, 2010

GEMA

Kisah-kisah Motivasi ~ Abdul Hakim







Seorang anak dan ayahnya sedang berjalan diatas gunung. Tiba tiba, anaknya terjatuh, Dia terluka dan berteriak : AAAhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!." Tetapi Ia sangat kaget mendengar ada suara pantulan dari gunung sebelah."AAhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!."
Dengan penuh rasa penasaran, diapun kembali berteriak : "Siapa kamu?" Diapun menerima kembali jawaban yang sama : Siapa kamu?" dan kemudian dia berteriak ke gunung itu: "Saya mengagumimu!" dan suara itupun kembali : "Saya mengagumimu!."

Dengan muka marah pada jawaban itu, dia berteriak : "Penakut" Dia masih menerima jawaban yang sama, "Penakut!."
Dia menatap ayahnya dan bertanya : "Apa yang sedang terjadi?" Ayahnya sembari tersenyum dan berkata : "Sayang, perhatikan." Kembali ayah akan berteriak : "Kamu Juara." Diapun menerima jawaban yang sama : "Kamu Juara."

Anak ini kembali kaget dan tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi, kemudian Ayahnya menjelaskan bahwa itulah yang disebut dengan Gema suara, tetapi itulah sesungguhnya hidup.Segalanya akan kembali kepada kita, apa yang kita katakan, apa yang kita lakukan. Hidup kita secara sederhana adalah gambaran dari kelakuan yang kita perbuat.

Jika kamu ingin lebih banyak cinta dalam dunia,
maka ciptakanlah Cinta dalam Hatimu.
Jika Kamu ingin lebih berkemanpuan dalam timmu,
maka tingkatkanlah kemampuanmu
"Hidup akan memberikan kembali kepadamu, apa yang telah kamu berikan kepadanya. Dalam segala hal."


Sunday, April 18, 2010

BAWALAH CAWAN KOSONG

coretan dari kisah kisah motivasi ~ Syaheera My







"Esok ada jamuan ringan di sekolah, murid-murid nanti bawa cawan kosong sendiri ya..." Pesan seorang guru kepada anak muridnya.

Keesokan harinya....(perbualan dua orang murid)

"Wana, awak bawa tak cawan kosong yang cikgu minta bawa semalam?"Mira bertanya.

"Saya tak bawa cawan kosong. Saya bawa botol air penuh. Malaslah nak bawa cawan. Saya nak minum air yang saya bawa ni saja. Tak perlu rebut-rebut ambil minuman nanti." Jawab Wana, sedikit angkuh.

Tibalah waktu dinanti, jamuan pun bermula.

"Baiklah, siapa yang bawa cawan kosong, letak di depan ni ya. Cikgu nak tuang satu air special ni. Air ni mahal sangat. Jarang sekali orang boleh minum. Sedap pula tu. Murid-murid semua bertuah tau..."kata cikgunya sambil memuji-muji kehebatan air itu.

Semua murid bangun dengan gembira untuk meletakkan cawan masing-masing kecuali Wana. Dia termangu sendiri. Dek kerana kesombongannya dan sangkaannya yang rendah terhadap permintaan cikgu untuk membawa cawan kosong amat dikesalinya.

Akhirnya, Wana tidak dapat menikmati air yang istimewa itu seperti sahabat-sahabatnya.

***********

Begitulah diibaratkan dengan menuntut ilmu, sahabat semua. Sebagai seorang yang sentiasa cintakan ilmu, kita seharusnya sentiasa menganggap diri ibarat cawan kosong setiap kali menuntut ilmu di majlis-majlis ilmu terutamanya. Dan, walaupun kita pernah mendengar sesebuah tajuk sebelum ini, jangan pernah merasa diri sudah cukup.

Setiap penyampaian ilmu itu akan berbeza penerimaan dan masukannya setiap kali. Mungkin didasari faktor pengalaman. Semakin kita menuntut ilmu, semakin kita harus merasakan diri semakin banyak yang kurang dan harus ditambah. Jangan pernah merasa cukup!

Jadilah ibarat cawan kosong, insyaAllah, kita akan merasakan cawan kita sentiasa bisa diisikan dengan ilmu baru. Jika kita merasakan diri sudah cukup seperti cawan yang penuh, maka kita tidak akan bisa merasakan diri penuh terisi. Bahkan, kita akan merasa rugi kerana cawan yang penuh tadi tidak dapat menampung air yang baru. Malah kita akan pulang dengan air yang sama tanpa sebarang perkembangan dan hal-hal baru.

Maka, ubahlah sikapmu. Jadilah rendah hati apabila bertemu dengan ilmu. Bawalah cawan kosong.


Monday, April 5, 2010

Sepenggal Kisah Burung Pipit

Catatan: Suci Ummi Adam
sumber: Tazkiyatun Nafs

Di tengah perjalanannya menuju Gunung Thian San, seekor burung pipit kecil melepas... lelah di sebuah dahan pohon. Di dekat tempatnya bertengger dilihatnya suatu kesibukan di sebuah rumah mungil.Sambil melepas lelah, si burung pipit mendengarkan percakapan penghuni rumah yang sibuk berbenah di halaman mereka. Nampaknya mereka hendak bepergian ke suatu tempat.

“Yayan tolong ambilkan tool box papa di bawah tangga.” kata si ayah yang sedang mengecek karburator mobil.

“Ini pa,”kata si anak. Sambil masih melanjutkan pengecekan, si ayah berkata, “Oh terima kasih. Letakkan di dalam mobil yah…., kalau-kalau di tengah jalan nanti kita membutuhkan peralatan itu.”

Tiba-tiba dari dalam rumah muncul anak perempuan mengikuti ibunya yang sedang berbenah kotak-kotak makanan. “Mama, Titin boleh bawa boneka panda Titin?”

“Nanti tidak kebanyakan barang bawaan? Sudah ada baju ganti, makanan, tikar, tenda, selimut, kotak air. Nanti tidak cukup tempatnya, sayang…” kata si ibu ke anak perempuannya.

“Ga apa-apa ma, nanti Titin pangku boneka pandanya. Kalau ga boneka panda, nati kalau Titin bosan ngga bisa main-main,” jawab si anak itu

“Ya sudah. Tapi dijaga ya, jangan sampai kotor.” jawab si ibu

“Ahh…Yayan bawa mobil-mobilan juga deh kalau begitu,” si anak laki-laki tidak mau kalah juga rupanya.

“Kita kan mau berlibur tiga hari saja. Ngga usah bawa mobil-mobilan. Nanti Yayan main-main sama papa saja,” jawab si ayah menengahi,”Gimana, semua sudah siap?”

Si ibu menjawab,”sebentar masih kurang kotak P3K,”

Si burung pipit yang sedang asyik melihat kesibukan pemilik rumah itu, tiba-tiba saja tertawa sendiri.Burung pipit membayangkan apa yang terjadi seandainya dirinya yang akan bepergian. Dia merasa lucu membayangkan cakar kirinya harus membawa pundi-pundi minuman, sementara cakar kanannya pundi biji gandum, dan di ketiak sayap kanannya dia mengempit bku cek dan sementara ketiak kirinya dia mengempit pena untuk tanda tangan buku cek, kalau-kalau dia perlu membeli sesuatu di tengah perjalanan.

He…he.. si burung pipit terkekeh sendirian membayangkan keadaannya yang. Burung pipit menyadari, dengan perbekalan yang begitu, dia tidak bakal bisa terbang apalagi mengadakan perjalanan menuju Gunung Thian San.

“Nah, semua sudah siap. Ayo kita berangkat,” jawab si ayah. “Tapi sebelum itu kita berdoa dulu,” kata si ayah mengingatkan keluarganya. Dengan lantang dua anak kecil yang manis itu segera melantunkan doa bepergian dengan suara keras

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallohu Laa hawla quwwata illa billahil’aliyyil adzim.”

Mendengar itu, si burung pipit berpkir,”Sebuah doa yang baik. Semoga keluarga itu memahami dan mengerti apa yang dibacanya itu, hingga tidak perlu mereka membawa perbekalan yang berlebihan untuk perjalanan mereka.”

“Ah aku juga perlu membaca doa itu untuk melanjutkan perjalananku,” pikir si burung pipit.(Zaim Saidi)

……………………………………………………………………….

Sahabat,
Kisah di atas, menggambarkan keadaan kita sebenarnya coba tengok isi tas kita, apa yang kita persiapkan untuk perjalanan kita hari ini….
ada buku, telepon, notebook, pena, dll… Pernahkah terpikir pada diri kita,
apa saja yang harus dipersiapkan untuk “perjalanan abadi” kita
perjalanan menuju akhirat perjalanan menuju Yang Terkasih….
Apa yaag harus kita bawa….
Sudahkah kita persiapkan…
Cukupkah persiapan kita……

Sahabat,
Begitu sempurna persiapan kita untuk bepergian
Bahkan ke tempat-tempat yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah kita
Sudahkah kita juga sempurna mempersiapkan diri untuk “perjalanan abadi”….

Sahabat
kematian adalah sebuah kepastian
Tanah akan menjadi tempat pembaringan kita
Ulat akan menjadi taman kita
Munkar dan Nakir akan menjadi tamu kita
Perut bumi menjadi tempat menetap kita
Kiamat menjadi penantian kita
Surga atau nerakakah yang kan menjadi tempat kembali kita
Sudahkah kita menyiapkan daya untuk menghadapinya….

Sahabat,

Segala sesuatu yang akan datang adalah dekat, sedangkan yang jauh adalah sesuatu yang tidak akan datang sama sekali…..

Rasulullah bersabda,”Orang yang cerdas adalah orang yang bermuhasabah dan beramal untuk (kehidupan) setelah kematian.”

Persiapan untuk menghadapi sesuatu tidak dapat sempurna kecuali dengan selalu mengingatnya di dalam hati

Sahabat,
Perjalanan kita semakin cepat jika kita melalaikan diri, mungkin saja kita sudah mendekati tempat persinggahan terakhir dan telah menempuh jarak yang panjang.
Sahabat, kita tidak akan meraih bahagia, kecuali dengan segera beramal dan memanfaatkan setiap nafas yang diberikan Allah.

Wednesday, March 31, 2010

KISAH DUA BERSAUDARA

PETIKAN DARI KISAH-KISAH MOTIVASI ~ ABDUL HAKIM

Hiduplah dua orang laki-laki bersaudara. Mereka sudah yatim piatu sejak remaja. Keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap.Mereka hidup rukun, dan sama-sama tekun belajar agama. Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang ustadz. jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo’a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, jabatannya naik, dia menjadi kepercayaan sang direktur. Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki. Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik. Lalu sang kakak berdo’a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.

Kemudian berturut-turut sang kakak berdo’a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain. Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do’anya itu.

Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya. Dia dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo’a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo’a.

Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo’a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, ” Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghapal quran, hadits dan bacaan doa. bisa jadi karena hati kita kurang bersih.. “ Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do’anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do’a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do’a untuk guru mereka, do’a selamat dan ada kalimah di akhir do’anya:

“Ya, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,
Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do’a kakak ku,
Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-Mu,
Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku
di dunia dan akhirat.”

Sang kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.Dia telah salah menilai adiknya. Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo’a untuk memenuhi nafsu duniawinya.

Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari Allah swt. yang diberikan kepada hambanya. Itu bukan ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang. Janganlah bangga karena kekayaan dan janganlah putus asa karena kemiskinan.

Sunday, March 21, 2010

HIDUP ADALAH ANUGERAH

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadis itu kalau gadisnya sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadis itu. Yang akhirnyasi gadis bisa melihat segala hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia, Apakah engkau mau menikah denganku?”. Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya. Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik kedua mata yg telah aku berikan kepadamu”.

* * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

• Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

• Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

• Sebelum engkau mengeluh tentang orang tuamu, ingatlah akan seorang anak yang menangis kepada Allah untuk meminta kesembuhan atas penyakit orang tuanya.

• Ketika engkau lelah dan mengeluh tentang sekolahmu, ingatlah akan anak-anak yang menginginkan untuk melanjutkan sekolah, namun tidak memiliki biaya untuk itu.

• Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan dosanya.

• Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Allah swt karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!! (Ratih Purnama, From Sdr. Ogy Febri Adlha)

Tuesday, March 16, 2010

MUSIBAH SEINDAH SULAMAN

petikan dari kisah motivasi ~



“Wah… Sungguh cantik ya sulaman bunga ini, ibu.?” Teriak seorang anak gadis kepada ibunya yang sedang teliti menyulam sehelai sapu tangan.
Si ibu hanya tersenyum manis melihat anak gadisnya punya minat akan seni sulaman itu.

“Mari duduk dengan ibu,” lembut si ibu menarik tangan anaknya.
“Apa khabar hidupmu hari ini? Pelajarannya baik? Bagaimana dengan teman-teman?” si ibu bertanya, ingin mengetahui perihal anak gadisnya.
Wajah si anak terus bertukar muram, mendung tanpa senyum dan riak ceriak seperti tadi.

“Ibu, saya gagal dalam pelajaran Sains hari ini. Semua teman-temanku mendapat markah yang bagus sekali sedangkan saya mendapat markah yang rendah, ibu.”
Si anak sedih, mengalir air mata hangatnya di pipi.
Diusapnya pipi lembut itu. Si ibu menggenggam erat tangan anaknya.

“ Anakku, lihat ni, sulaman ini cantik bukan? Penuh warna-warni dan
menenangkan jiwa melihatnya. Benang-benangnya tersusun indah, rapi sekali, sejuk mata memandangnya bukan? Nah, begitulah juga dengan segala musibah dan ujian yang Allah turunkan buat kita nak. Andai kamu memandang ujian itu seakan memandang sulaman ini dari posisi atas, pasti indah sekali bukan? Bahkan kamu kan mendapati ada corak dan mesej tertentu yang ingin disampaikan olen si penenun. Pasti ada.

Sebaliknya, jika kamu melihat ujian itu seperti halnya melihat sulaman itu dari posisi bawahnya, maka kamu akan mendapati bahawa sulaman itu sangat serabut. Jelek sekali. Benang-benangnya berbelit-belit. Warnanya kacau bilau bahkan menyakitkan mata dan mengacau balaukan jiwa kita bukan? Lalu, tiada mesej tersurat atau tersirat yang bakal kita dapati dari sulaman itu. Nah, yang mana satu pilihanmu?

Anakku, ujian itu ibarat tarbiyyah, pendidikan terus dari Allah buat kita. Ada yang ingin diajariNya pada kita. Husnuzzon(berbaik sangkalah) pada Allah. Mungkin, dari kegagalan tadi merupakan titik mula kesuksesanmu. Dan mungkin selepas kegagalan ini akan membuatkan dirimu terus mahu berusaha dan mendapat yang lebih baik dari teman-temanmu.

Percayalah nak, ketika dengan hikmahNya Allah menutup satu jalan di depanmu, dengan rahmatNya juga, Allah membuka jalan lain. Yang lebih baik mungkin. Yang lebih lebar mungkin. Yang lebih rata mungkin.

Problemnya, kita ini akan cepat merasa sedih dan marah bila mendapatkan musibah. Nah, sedih di saat terkena musibah itu bisa saja asal kemudian diiringi dengan sabar. Dan lagi, gembira di saat mendapat nikmat itu bisa saja asal kemudian diiringi dengan syukur. Dan hasilnya, kita bisa meraih sukses dengan syukur dan sabar itu. Faham anakku?”

Misalnya begini, ada sebuah kisah di mana seorang peminta sedekah meminta-minta di tepi jalanan. Lalu dengan rasa simpati, lalulah seorang lelaki dengan ikhlas menghulurkan sekeping duit syiling kepada si peminta tadi. Tapi apa yang terjadi si peminta itu mencampakkan duit syiling itu.

“Apa ini, duit syiling saja. tak bernilai!”

Si pemberi itu terkejut.

“Mengapa anda membalingkan duit syiling itu?! Bukankah itu yang sangat kamu perlukan?” bertanya si pemberi ini tidak puas hati dan marah dengan sikap si peminta itu.
“Oh, maaf ya pak. Saya tak marahkan bapak kerana memberikan saya duit syiling itu. Tapi saya marahkan duit itu kerana tak bernilai.”

*******
Lihat, apa ertinya sikap si peminta itu? Sama saja dengan kita, sekiranya mendapatkan musibah, lalu kita tidak redha bahkan marah-marah dengan musibah itu. Ketahuilah, seandainya kita tidak redha dengan musibah itu, sama juga dengan kita tidak redha dengan pemberi musibah itu yakni Allah SWT.

Ketahuilah sahabat sekalian,

Dua dosa yang berat itu ialah apabila kita berputus asa dengan rahmat Allah dan merasa aman dari ‘makar’ Allah.
Kita tidak mahu menjadi termasuk dalam dua golongan di atas. Semoga sama-sama muhasabah diri agar terus menjadi hamba yang redha dan pasrah saat menerima musibah dan ujian dari Allah.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…..” QS 2:286

Wallahu’alam.

(Idea dari Pak Alwi Alatas- Bila Allah Menduga Kita)


Thursday, February 11, 2010

THE IRON HORSE

by Richard Quek

An old couple made their way down the mountain to
witness the “iron horse”. As they approached the
railway station their hearts began to pound faster and
faster since this was the first time they were going to
witness a train – the iron horse. Both of them were
amazed at the size of the iron horse. They looked at
each other and “Ma” asked “Pa”, “What do you think?”
“Pa” said, “It will never get moving”. Just then the
whistle blew and the train started moving slowly and
then gathering speed. After a while the train began to
gain more speed and disappeared around the sharp
corner. “Ma” asked “Pa” again, “What do you think?”
“Pa” was still recovering from his shock, and he
replied, “I don’t think that it will ever stop”.


SUCCESS PRINCIPLES

Momentum is one of the ingredients for success. Success
is a matter of starting to take action and maintaining
the momentum. Just like a kid learning to ride a
bicycle. As long as the bicycle is moving the kid will
not fall off the bicycle. The moment he stops cycling,
the kid will fall off the bicycle. When you set your
goal, never lose momentum by being distracted or
discouraged by others or circumstances.

MOTIVATIONAL QUOTE

"Manners are a sensitive awareness of the feelings of
others. If you have that awareness, you have good
manners, no matter what fork you use."


Tuesday, February 9, 2010

THE FASTEST WOMAN ON EARTH

by Richard Quek

Wilma Rudolph was born into poverty in the state of
Tennessee. When she was four years old she had double
pneumonia with scarlet fever, which left her paralyzed
with polio. She had to wear braces and the doctor said
that she would not be able to walk normally again. Her
mother encouraged her and said that she could do
anything she wanted if she only believed. Wilma said,
“I want to be the fastest woman on this earth.” At the
age of nine, against the advice of the doctors, she
removed the braces and took her first step. At the age
of thirteen, she took part in her first race and came
way, way last. She entered various other races and came
way, way last until one day, she came in first. At the
age of fifteen she went to Tennessee State University
where she met a coach. She told him that she wanted to
become the fastest woman on the track, on this earth.
The coach replied, “With your spirit nobody can stop
you.” In the 1960 Olympics Wilma Rudolph, the paralytic
girl, became the fastest woman on this earth by winning
three gold medals - in the 100 meter race, 200 meter
race, and 400 meter relay.


SUCCESS PRINCIPLES

Who would have believed that a paralytic girl could
have won three gold medals in the Olympics? Wilma
Rudolph did not see herself, as a cripple, but she saw
herself as a winner. She took control of her destiny
and went after her dream with a vengeance. Along the
way she had to overcome challenges and discouragements
but it was worthwhile when she collected her three gold
medals. If a crippled person like Wilma can make it
big, what more can we do with a perfect physical body.

MOTIVATIONAL QUOTE

"The past cannot be regained, although we can learn
from it; the future is not yet ours even though we must
plan for it. Time is now. We have only today."



Sunday, February 7, 2010

THE THREE VISITORS

A woman came home and saw three old men sitting in her
front yard. She did not recognize them but invited them
to enter her house to have something to eat. They
asked, “Is the man of the house, home?” She said, “No,
he is out!” “Then we cannot come in,” they replied.
When her husband returned, she told him what had
happened, and he told her to invite them in. When she
invited them, they replied, “We cannot go into the
house together.” One of the old man explained: “His
name is Wealth,” he said, pointing to one of his
friends, and pointing to the other one, “He is
Success.” “I am Love.” “Now go in and discuss with your
husband which one of us you want in your home.”

The couple had a discussion. The husband wanted to
invite Wealth, in order to fill their home with wealth.
The wife on the other hand wanted to invite Success.
Their daughter heard the commotion, and came to join
the discussion. She said that it would be better to
invite Love so that their home will be filled with
love. Finally the couple agreed to follow the
daughter’s advice. The wife went out to invite Love as
their guest. Love started walking into the house. The
other two men also got up and followed him. Surprised,
the lady asked Wealth and Success, “I invited Love. Why
are you two coming in?”
The old men replied together, “If you had invited
Wealth or Success, the other two of us would have
stayed out, but since you invited Love, wherever he
goes, we go with him. Wherever there is Love, there is
also Wealth and Success!”


SUCCESS PRINCIPLES

Wealth and success will be meaningless without love. We
need love in our life if we want to live with joy.
Wealth and success without love within our family and
loved ones will be of little value. What is the use of
having wealth and success when there is no one to share
it with, especially with our spouse and children.

MOTIVATIONAL QUOTE

"He that does good for good's sake seeks neither
paradise nor reward, but he is sure of both in the
end."

Friday, January 22, 2010

TWENTY YEARS LATER

by Richard Quek

In 1953 Yale University did a research on its
graduating seniors. The graduates interviewed were
asked if they had a clear, specific set of goals
written down with a plan for achieving those goals.
Only 3 percent had their goals written down. Twenty
years later, in 1973, these surviving graduates were
tracked down and interviewed again. It was discovered
that the 3 percent with specific written down
goals were worth more financially as compared to the 97
percent put together. They were also more successful in
other areas of their lives.


SUCCESS PRINCIPLES

The above story clearly demonstrates the importance of
having specific written down goals. The goals must be
specific in terms of what you desire, the precise date
you desire to achieve it, and what you are willing to
give in return for the goals. It must be written down
and read every single day. If you write down something
that you may not believe at the moment but if you read
it long enough, you will start to believe and act upon
it.

MOTIVATIONAL QUOTE

"We either make ourselves happy or miserable. The
amount of work is the same."




Tuesday, January 19, 2010

TWENTY YEARS COMMITMENT

by Richard Quek

Oliver Napoleon Hill was born to a poor family in 1883.
He fought his way out of his backwoods Virginia town
with a burning desire to be successful. He was always
searching for ways to improve himself and was involved
in numerous ventures, including managing a coal-mine,
practicing law, and becoming a business journalist. His
big break came when he had the opportunity of meeting
Andrew Carnegie, the “Steel King”. Andrew Carnegie
asked Napoleon Hill if he would take up the challenge
of devoting 20 years of his life in order to prepare a
formula of success for helping others to become
successful. Andrew Carnegie would provide him with
letters of reference to meet hundreds of successful
people in the likes of Woodrow Wilson, Henry Ford,
Thomas Edison, Theodore Roosevelt, John D. Rockefeller,
to name a few. Napoleon Hill made his decision to take
up the challenge in less than 60 seconds. Later he came
to know that Andrew Carnegie had given him 60 seconds
to make up his mind, failing which he would have lost
his chance of undertaking the important assignment.
After 20 years of dedicated research in 1937 he came
out with his best seller, “Think And Grow Rich”, which
has helped countless of people around the world to
achieve success. One of his famous saying was,
“Whatever the mind of man can conceive and believe, it
can achieve”.


SUCCESS PRINCIPLES

Successful people make up their mind fast, but are slow
at changing their mind once they make their decision.
On the other hand those who are not too successful tend
to be slow at making up their mind and quick to change
after the decision is made. In actual fact most people
do not make their own decisions at all, because their
decisions are made for them or influenced by others. It
is also true that whatever your mind can conceive and
believe, it can achieve. The key word here is
“believe”.

MOTIVATIONAL QUOTE

"When you can do the common things of life in an
uncommon way you will command the attention of the
world."

Friday, January 15, 2010

FROM DARKNESS TO LIGHT

by Richard Quek

She was born normal on 27th June 1880, in Tuscumbia,
Alabama. When she was 19 months old she had a severe
fever and illness which left her blind and deaf. As a
result she could not speak. Over the next five years
she was a problem child, always in uncontrollable rage
and violence. When she was seven years old her parents
sought help for the young girl. Help came in the form
of Annie Mansfield Sullivan. With love, patience, and
understanding given by Annie, the little girl gradually
awaken her intellectual faculty and was “born again”.
The stubborn, headstrong, self-willed, and almost
unmanageable child became patient, gentle and obedient.
She developed an eagerness to learn. At 16 years old
she could speak well enough to enter college, and she
later graduated from Radcliffe College.

After her graduation Helen Keller dedicated her life to
bringing messages of hope and courage to the
handicapped people everywhere. Helen Keller’s books
were translated into more than 50 languages. She
lectured in over 25 countries and raised millions of
dollars for the benefit of the blind.


SUCCESS PRINCIPLES

The success of Helen Keller is the story of Annie
Sullivan. She was the one who believed in the hidden
potential of Helen Keller. With love, patience,
understanding and encouragement Annie Sullivan managed
to help Helen Keller awaken the sleeping giant within
her. A successful person is a person who is willing to
give of himself for the betterment of another human
being. Practice giving! Helen Keller on the other hand
had to overcome challenges to be a blessing to others.

MOTIVATIONAL QUOTE

"I know of no more encouraging fact than the
unquestionable ability of man to elevate his life by
conscious endeavor."

Monday, January 11, 2010

HE BURNED HIS BOATS

by Richard Quek

A long time ago there was a great General who was faced
with a situation which made it necessary for him to
make a drastic decision to insure his success on the
battlefield. He was about to send his army on shore to
face a powerful enemy, whose men outnumbered his. He
loaded his soldiers into boats, and sailed to face the
enemies on shore. When they reached the shore, he
ordered them to unload the soldiers and cargoes. He
then ordered for all the ships and boats to be burned.
Addressing his men before the battle, he said, “You see
the ships and boats going up in smoke. That means that
we cannot leave these shores alive unless we win! We
now, have no choice – either we win, or we perish.”
They
WON!


SUCCESS PRINCIPLES

Just like the General, we have to burn all our bridges
if we want to achieve success. There can be no room for
retreat and we must have an attitude of, “Whatever it
takes”, taking into consideration that we can have
anything we desire provided we do not violate Universal
Laws and the rights of our fellow human beings. Do not
dwell on the past. Move forward with confidence and we
will surely see success, unexpected in common hours.

MOTIVATIONAL QUOTE

"A hero is an ordinary individual who finds the
strength to persevere and endure in spite of
overwhelming obstacles."